Tuesday, June 14, 2016

“Lampu Minyak dan Mercusuar”

Mercusuar

Alkisah, di puncak sebuah mercusuar, tampak lampu mercusuar yang gagah dengan sinarnya menerangi kegelapan malam. Lampu itu menjadi tumpuan perahu para nelayan mencari arah dan petunjuk menuju pulang.
Dari kejauhan, pada sebuah jendela kecil di rumah penjaga mercusuar, sebuah lampu minyak setiap malam melihat dengan perasaan iri ke arah mercusuar. Dia mengeluhkan kondisinya, “Aku hanyalah sebuah lampu minyak yang berada di dalam rumah yang kecil, gelap, dan pengap. Sungguh menyedihkan, memalukan, dan tidak terhormat. Sedangkan lampu mercusuar di atas sana, tampak begitu hebat, terang dan perkasa. Ah.... seandainya aku berada di dekat mercusuar itu, pasti hidupku akan lebih berarti, karena akan banyak orang yang melihat kepadaku dan aku pun bisa membantu kapal para nelayan menemukan arah untuk membawanya pulang ke rumah mereka dan keluarganya.”
Suatu ketika, di suatu malam yang pekat, petugas mercusuar membawa lampu minyak untuk menerangi menuju jalan mercusuar, setibanya di sana, penjaga itu meletakkan lampu minyak di dekat mercusuar. Si lampu minyak senang sekali. Impiannya menjadi kenyataan. Akhirnya, ia bisa bersanding dengan mercusuar yang gagah. Tetapi, kegembiraannya hanya sesaat. Karena perbandingan cahaya yang tidak seimbang, maka tidak seorang pun yang melihat atau memperhatikan lampu minyak. Bahkan, dari kejauhan si lampu minyak hampir tidak tampak sama sekali karena begitu lemah dan kecil.
Lampu Minyak

Saat itu, lampu itu menyadari satu hal. Ia tahu bahwa untuk menjadikan dirinya berarti, dia harus berada di tempat yang tepat, yakni di dalam sebuah kamar. Entah seberapa kotor, kecil, dan pengapnya kamar itu, tetapi di sanalah lebih bermanfaat. Sebab, meski nyalanya tak sebesar mercusuar, lampu kecil itu juga bias memancarkan sinarnya menerangi kegelapan untuk orang lain. Lampu kini tahu, sifat iri hati karena selalu membandingkan diri dengan yang lain, justru membuat dirinya tidak bahagia dan memiliki arti.

Pesan cerita:
Seringkali kita tidak percaya dengan diri kita sendiri. Kita membandingkan diri kita dengan orang lain, dan merasa orang lain lebih kaya, lebih pintar, lebih tampan/cantik dari kita, dan sebagainya. Dan kita sering membuang-buang waktu kita untuk berkhayal seandainya kita menjadi seperti orang lain.

Padahal dengan menjadi orang lain, dengan berada pada posisi orang lain, dengan segala kekayaan atau kecerdasan atau segala bakat yang sama seperti yang dimiliki orang lain, belum tentu kita bias berkembang atau memperoleh kebahagiaan seperti yang kita harapkan. Karena semua orang memiliki porsi pada apa yang Anda miliki, dan kembangkan segala potensi yang ada.

mari kita banyak menikmati kehidupan kita menjadi lebih bermakna,, dengan banyak strategi-strategi yang akan kita pelajari dalam workshop-workshop Best Solutions

Cek jadwalnya di 085755513200
jangan lupa untuk add pin BB : solusi 
http://line.me/ti/p/%40ban6156

Artikel Terkait

“Lampu Minyak dan Mercusuar”
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email